Hubungan Administrasi Lokal/local Governance dengan Ilmu Antropologi

A. Local Governance

           Merupakan bahasa inggris yang berarti baik atau lebih tepat “yang baik”, sesuai dengan prinsip-prinsip dan unsur-unsur tertentu untuk memenuhi karakteristik, sedangkan Local adalah mengartikan tentang era desentralisasi saat ini , atau lebih dikenal dengan otonomi daerah, dimana daerah diberi kewenangan untuk mengelola rumah tangganya sendiri tanpa adanya campur tangan dan intervensi , hal ini dipercaya dapat meningkatkan efektivitas , efisiensi dan akuntabilitas public, terutama dalam penyelenggaraan pelayanan public, selain itu juga dapat mengatasi kelemahan pemerintah pusat dalam mengawasi program-programnya. Dilihat dari segi persaingan , desentralisasi dapat meningkatkan persaingan antar daerah dalam memberikan pelayanan kepada masayarakat sehingga mendorong pemerintrah local untuk lebih melakukan inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya itu dari segi perumusan kebijakan, pemerintahan daerah dapat lebih peka tergadap masalah persoalan kebutuhan masyarakat setempat. Governance merupakan suatu mekanisme , praktik atau tata cara pemerintah dan warga mengatur sumber dayadan memecahkan masalah-masalah public. Terdapat interaksi dari ketiga sector di dalam governance yaitu ; pemerintah, masyarakat madani , dan sector swasta. Governance di artikan sebagai mekanisme, praktik dan tata cara pemerintah dan warga mengatur sumber daya serta memecahkan masalah-masalah publik. Dalam konsep governance, pemerintah hanya menjadi salah satu aktor dan tidak selalu menjadi aktor paling menentukan. Implikasinya, peran pemerintah sebagai pembangun maupun penyedia jasa pelayanan dan infrastruktur akan bergeser menjadi badan pendorong terciptanya lingkungan yang mampu memfasilitasi pihak lain dikomunitas dan sektor swasta untuk ikut aktif melakukan upaya tersebut. Governance menuntut redefenisi peran negara, dan itu berarti redefenisi pula pada peran warga. Ada tuntutan yang lebih besar pada warga, antara  lain untuk memonitor akuntabilitas pemerintah itu sendiri. Secara terminologis governance dimengerti sebagai kepemerintahan, sehingga masih banyak yang beranggapan bahwa governance adalah sinonim dari goverment. Interpretasi dari praktik-praktik governance selama ini memang lebih banyak mengacu pada perilaku dan kapasitas pemerintah, sehingga good governance otomatis akan tercapai apabila ada good goverment. Sejatinya konsep governance harus dipahami sebagai suatu proses, bukan struktur atau institusi. Governance juga menunjukkan inklusivitas. Goverment di lihat sebagai “mereka” sedangkan governance adalah “kita”. Menurut Leach & Percy-Smith(2001) menyatakan governance adalah meleburkan antara “pemerintah” dan “yang diperintah”, kita semua adalah bagian dari proses governance.

           Ilmu Administrasi bukan hanya masalah ketatausahaan pada suatu organisasi saja, tetapi juga mencakup pengaturan tatanan kehidupan modern serta mentalitas bangsa. Administrasi mempunyai peranan dalam pengembangan dan perumusan kebijakan organisasi dengan mengedepankan objektifitas, moral bangsa, sebagai satu satunya jalan untuk mempelajari dan mengembangkan pengetahuan yang diperlukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi manusia. Tata usaha sudah dilaksanakan pada masa kuno sewaktu orang yang bisa menulis huruf sampai dewasa ini. Tata usaha yang sering disebut juga pekerjaan tulis pekerjaan kantor, atau pekerjaan kertas telah berkembang sangat luas dalam beberapa puluh tahun terakhir ini. Tata usaha yang demikian meluas itu sebabkan oleh berbagai faktor dalam dunia modern ini, seperti misalnya pertambahan penduduk, perluasan pendidikan, kemajuan teknologi, perkembangan badan-badan usaha yang bercorak ketatausahaan (umpamanya perusahaan bank, iklan dan penerbitan), dan karena ketentuan ketentuan dari pemerintah untuk masyarakat harus memiliki bukti-bukti tertulis, misalnya:  surat keterangan, kartu penduduk, dan salinan macam-macam dokumen. Maupun karena meluasnya pelaksanaan aktivitas-aktivitas administrasi lainnya seperti misalnya dalam hal pembuatan bagan organisasi, penyusunan rencana, penyampaian instruksi, pengangkatan pegawai, pertanggung jawaban keuangan, penginventarisan barang perbekalan dan penyebaran sirkuler perkenalan.

B. Ilmu Antropologi 

          Antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar", "berakal"). Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis 5 sekaligus makhluk sosial. Para ahli mendefinisikan antropologi sebagai berikut: William A. Haviland, Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia. David Hunter,  Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia. Koentjaraningrat,  Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan. Dari definisi-definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana. Antropologi yaitu sebuah ilmu yang mempelajari tentang segala aspek dari manusia, yang terdiri dari aspek fisik dan nonfisik berupa warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, kebudayaan, aspek politik, dan berbagai pengetahuan tentang corak kehidupan lainnya yang bermanfaat.

C. Hubungan antara Ilmu Administrasi dengan Antropologi

        Sebagai cabang ilmu sosial yang masih tergolong muda, maka dalam tahap perkembangannya ilmu administrasi banyak mendapat sumbangan dari ilmu lain. Dengan sumbangan pemikiran, teori pendekatan atau cara analisis dari ilmu lain, maka ilmu administrasi berkembang dengan pesat. Sedangkan itu, Antropologi dengan ilmu-ilmu bagiannya juga mempunyai hubungan yang sangat banyak dengan ilmu-ilmu sosial yang lain. Hubungan ini pada umumnya bersifat timbal-balik. Antropologi memerlukan bantuan ilmu-ilmu itu, dan sebaliknya ilmu-ilmu sosial yang lain itu, juga memerlukan antropologi dalam memecahkan masalah yang dikajinya. Adapun hubungan ilmu administrasi dengan antropologi adalah sebagai berikut : 

  1. Antropologi ialah ilmu yang mempelajari kebudayaan manusia pada masa lampau. Kita sadar bahwa bagaimana kita berperilaku adalah bagian dari kebudayaan. Dari sini maka sumbangan ilmu antropologi terhadap perkembangan ilmu administrasi yaitu dalam mempelajari sikap atau perilaku manusia. Bahwa kenyataannya sikap atau perilaku manusia itu berbeda-beda yang disebabkan oleh latar belakang budaya yang berbeda. Perilaku yang berbeda ini mengakibatkan timbulnya perbedaan dalam penilaian, sikap maupun perilaku antara manusia satu dengan manusia lainnya. Adanya perbedaan dalam cara penilaian sangat berpengaruh pada sikap dan perilaku dalam bekerja.
  2. Di dalam ilmu administrasi negara, dikenal suatu konsep yaitu sistem administrasi negara. Setiap negara pasti mempunyai sistem administrasi negara masing – masing. Sistem ini tidaklah berdiri sendiri, tapi dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, termasuk dari ilmu antropologi. dengan kata lain, antropologi mempengaruhi sistem administrasi negara di sebuah negara. 
  3. Ilmu admisnistrasi pada umumnya akan mempelajari hal-hal yang hampir sama dengan masalah-masalah yang dikaji dalam ilmu ekonomi. Misalnya saja tentang agraria yang dibahas dalam administrasi, masalah ini dapat dikaji dengan penelitian berdasarkan metode-metode antropologi.

         Seperti yang sudah dikemukakan di atas bahwa, Administrasi adalah kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang berdasarkan pembagian kerja sebagaimana ditentukan dalam struktur dengan maksud untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Antropologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang segala aspek dari manusia, yang terdiri dari aspek fisik dan nonfisik berupa warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, kebudayaan, aspek politik, dan berbagai pengetahuan tentang corak kehidupan lainnya yang bermanfaat. Ilmu administrasi memiliki hubungan dengan antropologi yaitu meliputi tentang penilaian sikap dan perilaku, tentang sistem administrasi negara, dan tentang agraria.





                                      DAFTAR PUSTAKA
Marniyati, Sabar. 2000. Pengantar Ilmu Administrasi. Universitas Surakarta.
Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Rineka Cipta.



Ulmu Antropologi


1. Sejarah Antropologi
        Kebanyakan antropologi sependapat bahwa antropologi muncul sebagai suatu cabang keilmuan yang jelas batasannya pada sekitar pertengahan abad ke-19, tatkala perhatian orang pada evolusi manusia berkembang. Antropologi sebagai disiplin akademik baru dimulai tidak lama setelah itu ketika pengangkatan pertama antropolog profesional di Universitas, museum, dan kantor-kantor pemerintahan (Garbarino,1984;koenjtaraningrat,1991). Namun tidak ada keraguan bahwa gagasan antropologi sudah ada jauh sebelumnya. Tapi, ihwal kapan adalah diperdebatkan meski tidak khusus setiap antropolog dan ahli sejarah memiliki alasan sendiri-sendiri untuk menentukan kapan antropologi dimulai. Dari sudut pandang “sejarah gagasan”, tulisan-tulisan filsuf, dan peziarah yunani, sejarawan arab kuno, peziarah eropa kuno, maupun masa renaisans, dan filsuf, ahli hukum, ilmuwan berbagai bidang dari Eropa, semuanya bisa dianggap pendorong bagi dibangunnya tradisi antropologi (Koentjaraningrat, 1991). Sebagai contoh, Alan Barnard (2000) berpendapat bahwa kelahiran antropologi adalah ketika konsep “kontrak sosial” tersebut. Perdebatan pada abad ke-18 mengenai asal usul bahasa dan megenai hubungan antara manusia dengan apa yang kita sebut primata yang lebih tinggi juga relevan, sebagaimana halnya perdebatan pada abad ke-19 antara poligenesis (keyakinan bahwa setiap ‘ras’ mempumyai asal usul terpisah) dan monogenesis (keyakinan bahwa manusia memiliki asal usul keturunan yang sama, dari adam atau dari makhluk semacam kera. Antropologi di Eropa pada abad ke-18 Menurut Jean jacques Rousseau, dalam tulisannya of the social contract ,menyatakan bahwa: “kalau kita mengikuti pandangan [Grotius] bahwa kekuasaan itu dibangun bagi yang dikuasai, maka niscaya spesies manusia terbagi-bagi menjadi begitu banyak kelompok seperti kelompok penggembalaan ternak nya demi kepentingan mereka sendiri.
       Antropologi pada abad ke-19, terlebih abad ke-20, berkembang dalam arah yang lebih sistematik dan menggunakan peralatan metodologi ‘ilmiah’. Persoalan paradigma menjadi semakin penting.
Antropologi Sosial Merupakan studi tentang ilmu antropologi guna mempelajari kebudayaan masyarakat pada suatu etnis. Ilmu ini juga mempelajari mengenai manusia dari sisi keberagamannya serta fisik seperti perilaku, tradisi, dan juga nilai – nilai budaya. Sehingga bisa dikatakan jika pengertian antropologi sosial merupakan kajian mengenai apa saja peristiwa didalam kehidupan manusia.
1.  Antropologi fisik  
2.  Antropologi budaya  
3.  Antropologi medis   
4.  Antropologi psikologi  
5.  Antropologi sosial

 a. Antropologi fisik
       mampelajari manusia sebagai organisme biologis yang melacak perkembangan manusia menurut evolusinya dan menyelidiki variasi biologisnya dalam berbagai jenis (species ). Keistimewaan apapun yang dianggap melekat pada dirinya yang dimiliki manusia, mereka digolongkan pada binatang menyusui, khususnya primata.
b. Antropologi budaya 
      memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusia ataupun cara hidupnya dalam masyarakat. Menurut Havilan cabang antropologi budaya ini dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian, yakni arkeologi, antropologi linguistik, dan etologi. Untuk memahami pekrjaan para ahli antropologi budaya, kita harus tahu tentang hakikat kabudayaan, menyangkut konsep kabudayaan, dan karakteristiknya serta kebudayaan dan kepribadian.
 c. Antropologis medis 
           merupakan subdisiplin yang sekarang paling populer di Amerika serikat, bahkan tumbuh pesat dimana-mana. Antropologis medis ini banyak membahas hubungan antara penyakit dan kebudayaan yang tampak mempengaruhi evolusi manusia, terutama berdasarkan hasil-hasil penemuan paleopatologi. Beberapa dokter  yang menjadi ahli antropologi medis pada masa-masa awal adalah W.H.R. Rivers yang merasa tertarik pada reaksi penduduk pribumi terhadap penyakit, dimana para penduduk berkeyakinan bahwa datangnya penyakit sebagai kejadian alam yang tidak berhubungan dengan kebudayaan.
d. Antropologis psikologi 
       bidang ini merupakan wilayah antropologi yang mengkaji tentang hubungan antara individu dengan makna dan nilai dengan kebiasaan sosial dari sistem budaya yang ada. Adapun ruang lingkup antropologi psikologi tersebut sangat luas dan menggunakan berbagai pendekatan pada masalah kemunculan dalam interaksi antara pikiran, nilai, dan kebiasaan sosial. Kajian ini dibntuk secara khusus oleh percakapan interdisipliner antara antropologi dan ruang lingkup lain dalam ilmu-ilmu sosial serta humaniora (Schawartz, 1992). Sedangkan fokus kajian bidang ini terpusat pada individu dalam masyarakat makin mendekatkan hubungan dengan psikologi dan psikistri dibanding dengan mainstream antropologi. Namun, secara historis bidang antropologi psikologi tersebut lebih dekat pada psikoalanisasi daripada psikologi eksperimental.
    Antropologi sosial bidang ini mulai dikembangkan oleh James George Frazer di Amerika serikat pada awal abad ke-20. Dalam kajiannya, antropologi sosial mendeskripsikan proyek evolusionis yang bertujuan untuk merekontruksi masyarakat primitif  asli dan mencatat perkembangannya melalui berbagai tingkat peradaban .
   
   2.Antropologi Budaya
         Selain antropologi fisik, cabang ilmu dari antropologi yang lain adalah antropologi budaya.  Antropologi budaya adalah salah satu cabang dari antropologi yang mempelajari tentang asal usul kebudayaan manusia, penyebaran, dan sejarahnya. Secara umum, antropologi budaya mempelajari tentang karakteristik tingkah laku manusia sebagai hasil kebudayaan, baik dulu, sekarang, maupun yang akan datang. Sedangkan berdasarkan metode kerjanya, antropologi budaya mempelajari :
  • segala keaneka-ragaman kebudayaan manusia.
  • kebudayaan pada umumnya dan kebudayaan berbagai bangsa di dunia.
  • bagaimana manusia mampu mengembangkan  kebudayaannya.
  • asal usul kebudayaan dan evolusi kebudayaan.
  • bagaimana manusia dengan ciri-ciri morfologinya yang khas dapat mengubah lingkungannya.
  • mencoba menjawab pertanyaan : mengapa satu bangsa (masyarakat) mempunyai cara hidup, adat istiadat, dan sistem kepercayaan yang berbeda antara bangsa (masyarakat) yang satu dengan yang lain ?

     - Kajian Antropologi Budaya
Antropologi budaya, terbagi menjadi beberapa bagian ilmu pengetahuan khusus, yang meliputi :
  • Prehistori, yaitu bagian dari antropologi budaya yang mempelajari sejarah penyebaran dan pekembangan budaya manusia dalam mengenal tulisan.
  • Etnolinguistik antropologi, yaitu bagian dari antropologi budaya yang mempelajari suku-suku bangsa yang ada di dunia.
  • Etnologi, yaitu bagian dari antropologi budaya yang mempelajari asas kebudayaan manusia pada kehidupan masyarakat suku bangsa yang ada di seluruh dunia.
  • Etnopsikologi (antropologi psikologi), yaitu dari antropologi budaya yang mempelajari  kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam sebuah proses perubahan  dari adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang teguh pada konsep psikologi.

    - Fungsi dan Kegunaan Antropologi Budaya
Antropologi budaya mempunyai fungsi dan berguna untuk :
  • menunjukkan perbedaan dan persamaan dalam berbagai hal yang terdapat dalam berbagai suku bangsa atau bangsa di dunia. 
  • membantu membentuk kehidupan bersama yang bersahabat antara berbagai suku bangsa di dunia. 
  • membantu pembangunan masyarakat pedesaan.
  • menunjukkan suku bangsa-suku bangsa yang masih ada di daerah-daerah.

3.Antropologi ekonomi 
   Antropologi ekonomi adalah bidang ilmu yang berupaya menjelaskan perilaku ekonomi manusia dalam lingkup sejarah, geografis, dan budayanya yang terluas. Ini adalah gabungan antara ilmu ekonomi dan dengan ilmu antropologi. Isu-isu utama yang dibahas, dengan wawasan berbagai sekolah ekonomi, adalah sifat pekerjaan, pertukaran, dan uang. Para ahli dalam bidang ini juga mengamati bagaimana perekonomian berkembang dari tahap berburu menjadi penggembalaan menjadi berbasis pertanian, kemudian berbasis perdagangan dan manufaktur. Dalam semua tahapan ini, metode produksi, alokasi sumber daya dan distribusi pendapatan nasional berbeda. Mereka juga mendeskripsikan bagaimana barter fisik sederhana telah berevolusi menjadi uang modern.

   4. Antropologi politik 
  penggunaan metode pendekatan antrapologi untuk mengkaji masalah politik. Antropologi politik menyoroti pergerakan tingkah laku dan kebudayaan yang berorientasi kepada proses, menuju sintesis baru dengan menggunakan analisa struktur yang telah diperbarui. Manfaat antropologi politik untuk Indonesia ke depan adalah mengkaji pergerakan aktor politik, turut mengambil bagian dalam berbagai konflik vertikal dan konflik horizontal di berbagai daerah terjadinya keberingasan sosial dan benturan atau kerusuhan sosial politik dan sosial ekonomi yang terjadi antara penduduk asli dan warga pendatang di Kalimantan, Maluku dan Irian Jaya serta daerah-daerah lainnya di Indonesia. Antropologi politik secara holistik dan komprehensif dapat menyuguhkan adaptasi kebudayaan dan metode pendekatan tingkah laku dalam mengantisipasi dan memberikan rumusan jalan ke luar terhadap masalahmasalah disintegrasi bangsa dan kesenjangan komunikasi gerakan arus bawah dengan elite politik sebagai alternatif kebijakan negara. Kata Kunci : Antropologi Politik

    5. Antropologi perkotaan 
        Kota merupakan ruang sentra kehidupan yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang maupun pendekatan keilmuan. Kehidupan masyarakat di wilayah perkotaan termanifestasi dalam perilaku, tindakan, maupun aktivitas kehidupan menjadi akses telaah antropologis. Kehidupan masyarakat juga dapat dilihat dari aspek fisik perkotaan yang akan memberik an kontribusi pada perilaku sosio-antropologinya (manusia dan struktur sosialnya).  Antropologi Perkotaan berasal dari dua istilah atau konsep, yaitu antropologi dan perkotaan. Makna dari istilah atau konsep antropologi perkotaan adalah pendekatan-pendekatan antropologi mengenai berbagai problematika kehidupan manusia sebagai kesatuan sosieti (masyarakat) maupun komuniti di wilayah perkotaan.  

  6. Antropologi Hukum 
    Antropologi berasal dari bahasa Yunani, Antropos yang artinya manusia dan Logos yang artinya ilmu. Ilmu tentang hayati terdiri dari: 
  1. Paleo Antropologi, yaitu mempelajari tentang asal usul manusia dan perkembangannya. Metode yang digunakan dengan penggalian fosil-fosil. Bagian yang dipelajari adalah organ-organ dalam tubuh. 
  2. Antropologi Fisik, yaitu mempelajari bentuk-bentuk manusia, baik bagian dalam maupun bagian luar tubuh. Tujuannya mempelajari corak ragam manusia.

          Arena Kajian Antropologi Hukum Kajian Antropologi Hukum adalah menggali norma dan nilai-nilai dalam masyarakat. Arena Antropologi Hukum mempelajari manusia dan budaya hukum, karenanya kaidah sosial yang tidak bersifat hukum bukanlah sasaran pokok penelitian Antropologi Hukum. Norma / kaidah menurut Antropologi Hukum pola ulangan perilaku dalam masyarakat. Norma / Kaidah adalah nilai dasar yang ada dalam masyarakat yang dapat mengukur perilaku manusia agar dapat menilai mana perbuatan benar dan mana yang tidak benar. Norma memiliki aspek hukum ketika aparat menjatuhkan sanksi karena ada perbuatan yang menyimpang atau melanggar hukum. Sanksi bersifat positif seperti dengan membayar denda atau kerja sosial, dan sanksi bersifat negatif seperti hukuman badan atau dikucilkan.. Hukum muncul dari peradaban manusia, dimana ada 2 orang atau lebih di situ ada hukum.


Tinjauan Umum Tentang Lahan

1. Alih fungsi lahan      
          Pengalihan fungsi lahan atau lazimnya disebut sebagai konversi  lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula (seperti yang direncanakan) menjadi fungsi lain yang menjadi dampak negatif (masalah) terhadap lingkungan dan potensi lahan  itu sendiri. Alihfungsi lahan juga dapat diartikan sebagai perubahan untuk penggunaan lain disebabkan oleh faktor-faktor yang secara garis besar meliputi keperluan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang makin  bertambah jumlahnya dan meningkatnya tuntutan akan mutu kehidupan yang lebih baik.15 Menurut Bambang Irawan dan Supena Friyatno, Pada tingkatan mikro, proses alih fungsi lahan pertanian (konversi lahan) dapat dilakukan oleh petani sendiri atau dilakukan oleh pihak lain. Alih fungsi lahan yang dilakukan oleh pihak lain memiliki dampak yang lebih besar terhadap penurunan kapasitas produksi pangan karena proses alih fungsi  lahan tersebut biasanya mencakup hamparan lahan yang cukup luas, terutama ditujukan untuk pembangunan kawasan perumahan. Proses alih fungsi lahan yang dilakukan oleh pihak lain tersebut biasanya berlangsung.

2. Pengertian tanah/lahan
       Tanah dalam kehidupan manusia mempunyai arti yang sangat 
penting, oleh karena sebagian besar dari kehidupan manusia adalah bergantung pada tanah. Tanah mempunyai berbagai macam arti dalam kehidupan kita sehari-hari, oleh karena itu dalam penggunaannya maka 
perlu adanya batasan untuk mengetahui dalam arti apa istilah tanah itu digunakan. Tanah adalah tempat bermukim dari sebagian besar umat manusia disamping sebagai sumber penghidupan bagi mereka yang mencari nafkah melalui usaha pertanian dan atau perkebunan sehingga pada akhirnya tanah pulalah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir 
bagi manusia.17 Pengertian tanah membawa implikasi yang luas di bidang pertanahan. Menurut Herman Soesangobeng, secara filosofis hukum adat melihat tanah sebagai benda berjiwa yang tidak boleh dipisahkan persekutuannya dengan manusia. Meskipun berbeda wujud dan jatidiri, namun merupakan suatu kesatuan yang saling mempengaruhi 

3. Tanah Pertanian
          Tanah pertanian merupakan tanah yang digunakan untuk usaha pertanian yang selain sebagai persawahan dan tegalan juga semua tanah perkebunan, tambak untuk perikanan tanah tempat penggembalaan ternak, tanah belukar bekas ladang dan hutan yang menjadi tempat mata pencaharian bagi yang berhak.20 Lahan mempunyai arti penting bagi para stakeholder yang memanfaatkannya. Fungsi lahan bagi masyarakat  sebagai tempat tinggal dan sumber mata pencaharian. Bagi petani, lahan.
     Dengan julukan Negara agraris yang dijunjungnya, tentu saja Indonesia memiliki banyak sekali potensi pertanian atau perkebunan yang bisa dijadikan sumber perekonomian Negara. Akan tetapi, seiring berkembangnya sistem perekonomian serta meningkatnya jumlah penduduk, maka kebutuhan lahan untuk kepentingan dalam bidang selain pertanian semakin meningkat pula.
    Berdasarkan data statistik tahun 2014, luas lahan pertanian di Indonesia mencapai angka 41.5 juta Hektar. Dari jumlah tersebut, dapat dibagi menjadi tiga kategori yakni hortikultura 567 ribu hektar, tanaman pangan 19 juta hektar, dan terakhir tanaman perkebunan sebesar 22 juta hektar.

Berikut beberapa dampak alih fungsi lahan pertanian :

1. Berkurangnya lahan pertanian

Dengan adanya alih fungsi lahan menjadi non-pertanian, maka otomatis lahan pertanian menjadi semakin berkurang. Hal ini tentu saja memberi dampak negatif ke berbagai bidang baik secara langsung maupun tidak langsung.

2. Menurunnya produksi pangan nasional

Akibat lahan pertanian yang semakin sedikit, maka hasil produksi juga akan terganggu. Dalam skala besar, stabilitas pangan nasional juga akan sulit tercapai. Mengingat jumlah penduduk yang semakin meningkat tiap tahunnya sehingga kebutuhan pangan juga bertambah, namun lahan pertanian justru semakin berkurang.

3. Mengancam keseimbangan ekosistem

Dengan berbagai keanekaragaman populasi di dalamnya, sawah atau lahan-lahan pertanian lainnya merupakan ekosistem alami bagi beberapa binatang. Sehingga jika lahan tersebut mengalami perubahan fungsi, binatang-binatang tersebut akan kehilangan tempat tinggal dan bisa mengganggu ke permukiman warga. Selain itu, adanya lahan pertanian juga membuat air hujan termanfaatkan dengan baik sehingga mengurangi resiko penyebab banjir saat musim penghujan.

4. Sarana prasarana pertanian menjadi tidak terpakai

Untuk membantu peningkatan produk pertanian, pemerintah telah menganggarkan biaya untuk membangun sarana dan prasarana pertanian. Dalam sistem pengairan misalnya, akan banyak kita jumpai proyek-proyek berbagai jenis jenis irigasi dari pemerintah, mulai dari membangun bendungan, membangun drainase, serta infrastruktur lain yang ditujukan untuk pertanian. Sehingga jika lahan pertanian tersebut beralih fungsi, maka sarana dan prasarana tersebut menjadi tidak terpakai lagi.

5. Banyak buruh tani kehilangan pekerjaan

Buruh tani adalah orang-orang yang tidak mempunyai lahan pertanian melainkan menawarkan tenaga mereka untuk mengolah lahan orang lain yang butuh tenaga. Sehingga jika lahan pertanian beralih fungsi dan menjadi semakin sedikit, maka buruh-buruh tani tersebut terancam akan kehilangan mata pencaharian mereka.

6. Harga pangan semakin mahal

Ketika produksi hasil pertanian semakin menurun, tentu saja bahan-bahan pangan di pasaran akan semakin sulit dijumpai. Hal ini tentu saja akan dimanfaatkan sebaik mungkin bagi para produsen maupun pedagang untuk memperoleh keuntungan besar. Maka tidak heran jika kemudian harga-harga pangan tersebut menjadi mahal

7. Tingginya angka urbanisasi

Sebagian besar kawasan pertanian terletak di daerah pedesaan. Sehingga ketika terjadi alih fungsi lahan pertanian yang mengakibatkan lapangan pekerjaan bagi sebagian orang tertutup, maka yang terjadi selanjutnya adalah angka urbanisasi meningkat. Orang-orang dari desa akan berbondong-bondong pergi ke kota dengan harapan mendapat pekerjaan yang lebih layak. Padahal bisa jadi setelah sampai di kota keadaan mereka tidak berubah karena persaingan semakin ketat.

Faktor Pendorong terjadinya Alih Lahan Pertanian

Sejak dahulu, jumlah lahan pertanian Indonesia sendiri cenderung menurun dari tahun ke tahun akibat adanya alih fungsi lahan menjadi non-pertanian. Alih fungsi atau konversi lahan didefinisikan sebagai berubahnya fungsi awal lahan menjadi fungsi lainnya baik dari sebagian maupun keseluruhan lahan akibat adanya faktor-faktor tertentu.

Berikut ialah faktor-faktor pendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian :

a. Pertumbuhan penduduk yang pesat

Dengan jumlah daratan yang tetap, namun jumlah penduduk yang terus meningkat, tentu dapat menyebabkan berbagai dampak bagi lingkungan tempat tinggal mereka. Salah satunya yakni adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian guna memenuhi berbagai kebutuhan hidup yang juga meningkat.

b. Kenaikan kebutuhan masyarakat untuk permukiman

Adanya pertumbuhan demografi tentu saja juga menuntut kebutuhan-kebutuhan dasar termasuk tempat tinggal. Ketika lahan di daerah permukiman sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan yang diminta, maka konversi lahan pertanian menjadi kawasan rumah menjadi pilihan sebagai salah satu solusi permasalahan tersebut.

c. Tingginya biaya penyelenggaraan pertanian

Untuk mengolah sawah atau lahan pertanian dari lapisan tanah agar mendapatkan hasil yang optimal tentu saja membutuhkan modal yang tidak sedikit, belum lagi jika barang-barang pertanian tersebut mengalami kenaikan seperti pada saat naiknya harga bahan bakar minyak, maka harganya bisa melambung menjadi dua kali lipat. Kenaikan harga pupuk, benih pertanian, biaya irigasi, hingga harga sewa tenaga petani membuat para pemilik sawah mempertimbangkan untuk menjual sawah mereka atau mengalihkan fungsi lahan menjadi bangunan atau tempat wirausaha.

d. Menurunnya harga jual produk-produk pertanian

Selain membutuhkan modal yang lumayan, para petani juga harus siap menerima resiko lain, yakni hasil panen yang tidak baik atau bahkan gagal panen. Dimana harga jual produk pertaniannya menjadi sangat rendah atau malah tidak laku di pasaran. Jika hal ini terjadi maka petani akan menderita kerugian yang tidak sedikit pula. Tantangan lain ialah adanya penurunan harga hasil pertaniannya karena faktor-faktor tertentu.

e. Kurangnya minat generasi muda untuk mengelola lahan pertanian

Anggapan masyarakat, khususnya para generasi muda mengenai sektor pertanian masih belum sepopuler bidang-bidang usaha yang lain. Para pemuda misalnya, ketika ditanya mengenai cita-cita mereka, maka hampir bisa dipastikan akan menyebutkan berbagai profesi lain selain menjadi petani. Meski tidak sedikit juga masyarakat yang telah menjadi petani sukses, namun profesi petani saat ini memang masih sering dianggap sebagai profesi yang berada pada kelas menengah ke bawah, sehingga cenderung dihindari oleh para generasi muda. Dan sebagai akibatnya, para orang tua yang mempunyai sawah atau lahan pertanian akan menjual lahannya kepada orang lain. Sedangkan bagi mereka yang mewariskan kepada anaknya yang tidak berminat mengelola sawah, maka besar kemungkinan lahan tersebut akan mengalami alih fungsi.

f. Pergantian ke sektor yang dianggap lebih menjanjikan

Seiring berkembangnya pengetahuan, teknologi, serta bertambahnya wawasan para pemilik lahan pertanian, maka tidak sedikit dari mereka yang sengaja mengalihkan fungsi lahan pertanian ke sektor usaha lain. Dengan harapan perekonomian dapat semakin meningkat, mereka mulai mendirikan tempat-tempat industri, peternakan, serta tempat usaha lain di atas lahan pertaniannya.

g. Lemahnya regulasi pengendalian alih fungsi lahan

Yakni ketidaktegasan peraturan pemerintah maupun pejabat mengenai pengendalian fungsi lahan. Ketidaktegasan tersebut diantaranya meliputi kekuatan hukum, ketegasan penegak hukum, dan sanksi pelanggaran.